Lumajang

kabupaten lumajang

  1. Budaya kabupateng lumajang

Di lumajang terdapat banyak budaya, diantaranya jaran kencak, ujung, jaran slining.

  • Jaran kencak

Sebuah pertunjukan yang diadakan pada saat acara tertentu, seperti hari jadi lumajang. Media yang digunakan adalah jaran, dalam bahasa indonesia kuda. Kuda disini diarak ke jalan-jalan. Kudanya dihias semeriah mungkin. Dan biasanya juga ada yang menunggangi didalamnya.

  • Ujung

Merupakan ritual yang dipercaya untuk meminta hujan. Dalam pertunjukan ini ada panggung yang berukuran 5×5 meter, yang digunakan sebagai arena pertarungan. Ada 2 orang yang bertarung. Dua orang tersebut membawa dua kayu rotan yang digunakan sebagai senjata untuk bertarung. Keduanya sambil berjoget mengikuti irama musiknya. Tetapi ini bukanlah sebuah pertarungan atau tinju. Tetapi ini merupakan seni ujung.

  • Jaran slining

Jaran Slining adalah kesenian yang memadukan tarian antara si penunggang dengan kuda/jaran. Berbeda dengan Jaran Kencak, tarian dalam Jaran Slining memiliki irama yang yang rancak atau tak pakem.

Kesenian ini dipopulerkan beberapa sanggar seni di Lumajang. Namun tiap-tiap sanggar memiliki ciri khas tersendiri dalam berpenampilan atau kostum. Hal inilah yang membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang akan melakukan branding sehingga Jaran Slining seragam.

  1. Makanan khas lumajang
    Pecel telo khas luamjang  ini meru pakan makanan yang terbuat dari sayur-sayuran atau jantung pisang, semanggi, genjer, kacang panjang dan kecambah, yang kemudian diberi bumbu yang bahan bakunya dari ubi jalar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *